TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Penanganan Anak Tidak Sekolah menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya. Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah daerah, kelurahan dan sekolah agar anak yang belum atau tidak bersekolah dapat terdata dan ditangani secara lebih terarah.
Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Anak Tidak Sekolah yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama para lurah dan kepala sekolah di Aula Kecamatan Bungursari, Selasa, 1 September 2026.
Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi di tingkat lapangan. Keberadaan lurah dan kepala sekolah dinilai penting karena keduanya memiliki kedekatan dengan masyarakat serta dapat mengetahui kondisi pendidikan anak di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Tasik Pelak Dorong KPM PKH Mandiri, Dinsos Kota Tasikmalaya Bidik Penurunan Angka Kemiskinan
Dalam penanganan Anak Tidak Sekolah, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mendorong keberlanjutan Program Tasik Pintar. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melakukan penguatan dan transformasi pendidikan.
Wali Kota Tasikmalaya H. Viman Alfarizi Ramadhan menekankan pentingnya kesinambungan antara kebijakan daerah dan kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, program pendidikan di daerah perlu berjalan dalam arah yang sama dengan agenda pendidikan nasional.
Baca Juga: Pengayuh Becak Lansia Kota Tasikmalaya Dapat Becak Listrik, 200 Unit Siap Disalurkan
"Penanganan Anak Tidak Sekolah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Kita perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, kelurahan dan sekolah agar setiap persoalan pendidikan dapat ditangani secara tepat sasaran," ujarnya.
Melalui Program Tasik Pintar, Wali Kota Tasikmalaya juga ingin memastikan kebijakan pendidikan di Kota Tasikmalaya terus berkesinambungan dan sejalan dengan transformasi pendidikan nasional.
"Melalui Program Tasik Pintar, kita ingin memastikan kebijakan pendidikan di Kota Tasikmalaya terus berkesinambungan dan sejalan dengan transformasi pendidikan nasional," tambahnya.
Baca Juga: Selama 2026, 103 Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi LSL, Usia Produktif Paling Rentan
Koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan membuat penanganan Anak Tidak Sekolah lebih terukur. Informasi dari tingkat kelurahan dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk memetakan persoalan sekaligus menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Di sisi lain, keberlanjutan Tasik Pintar menjadi bagian dari penguatan pendidikan Kota Tasikmalaya.
Artikel Terkait
Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Dinkes Kota Tasikmalaya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Busana Adat Nusantara, 26 Daerah Ditampilkan
Raih Penghargaan IRH 2026 dengan Predikat Istimewa, Kota Tasikmalaya Perkuat Reformasi Hukum dan Tata Kelola
Pesta Rakyat DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya Meriah, Ada Lomba Tumpeng dari 10 Kecamatan
Padel KONI Kota Tasikmalaya Raih Juara 2 Turnamen Padel KONI Jawa Barat 2026
HIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Dunia Usaha Butuh Situasi Aman