Oleh Soleh Dorong Literasi Media Sosial Warga Kota Tasikmalaya untuk Mitigasi Provokasi dan Tantangan Teknologi AI

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Selasa, 26 Mei 2026 | 06:00 WIB
Pentingnya literasi media sosial di Kota Tasikmalaya. Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi PKB, H Oleh Soleh S.H ingatkan bahaya provokasi digital dan tantangan teknologi AI yang makin masif. (Dok. AMS)
Pentingnya literasi media sosial di Kota Tasikmalaya. Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi PKB, H Oleh Soleh S.H ingatkan bahaya provokasi digital dan tantangan teknologi AI yang makin masif. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Media sosial saat ini telah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun keluhan. Di sisi lain, penggunaan media sosial kerap keluar dari batas etika dan memunculkan berbagai bentuk provokasi yang dapat memengaruhi kondisi sosial di masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh S.H usai menghadiri kegiatan workshop literasi media sosial bagi masyarakat Kota Tasikmalaya yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Senin (25/5/2026).

Menurut Oleh Soleh, kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Tekan Ketidaktepatan Sasaran, Kemensos Gandeng Agen Perlinsos Kabupaten Ciamis Guna Rombak Sistem Pendataan

"Media sosial saat ini telah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun keluhan. Namun di sisi lain, penggunaan media sosial kerap keluar dari batas etika dan memunculkan berbagai bentuk provokasi yang dapat memengaruhi kondisi sosial di masyarakat," ujarnya.

Untuk itu kata dia, Komisi I DPR RI sangat mengapresiasi ikhtiar KPI dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat agar warga Kota Tasikmalaya semakin melek terhadap media sosial, terutama dalam memitigasi berbagai bentuk provokasi yang muncul di media sosial.

Oleh juga menambahkan, media sosial seharusnya menjadi sarana yang sehat untuk menyampaikan pendapat. Namun lanjut dia, tanpa pemahaman etika digital yang baik, media sosial justru dapat menjadi ruang penyebaran informasi yang menyesatkan dan memicu konflik.

Baca Juga: Dapat Kendaraan Pribadi dan Layanan Nutrisi, Ini Deretan Fasilitas Mewah Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

"Media sosial memang menjadi ruang untuk mengeksplorasi keluhan atau penyampaian aspirasi. Tetapi kadang keluar dari batas etika. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan ini agar setiap keluarga memahami pentingnya memilah informasi dan menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing," ujar Oleh.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin masif digunakan di tengah masyarakat.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mampu membedakan antara produk informasi asli dan hasil rekayasa teknologi AI.

Baca Juga: Layangkan Laporan Polisi, Sepasang Korban Penipuan WO Marwah Beberkan Kronologi Kosongnya Gedung Islamic Center Bekasi

“Sekarang ada AI, dan masyarakat belum bisa membedakan mana produk orisinal dan mana produk AI. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua," Kata Oleh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X