Dampak Kemarau di Kota Tasikmalaya, Kasus ISPA Tembus 6.811 Balita dan Anak, Dinas Kesehatan Waspada

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan, dampak kemarau memicu lonjakan kasus ISPA, 6.811 balita dan anak terdampak. (Dok. AMS)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan, dampak kemarau memicu lonjakan kasus ISPA, 6.811 balita dan anak terdampak. (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan cukup signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak kemarau dan perubahan cuaca yang kurang baik sehingga memicu gangguan saluran pernapasan pada balita dan anak.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat, sejak bulan Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 6.811 pasien ISPA dan harus mendapat perawatan di RSUD Dr. Soekardjo, yang sebagian pasiennya berangsur sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan, pengaruh cuaca tidak menentu yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan kasus ISPA di Kota Tasikmalaya meningkat cukup signifikan.

Baca Juga: Kasus TB Kota Tasikmalaya Tembus 1.306 Orang, Dinkes Temukan Ribuan Suspek hingga Mei 2026

Kondisi ini menjadi salah satu dampak kemarau yang memicu gangguan saluran pernapasan pada balita dan anak.

Menurut Asep, penyakit tersebut telah menyerang balita dan anak hingga mengalami keluhan batuk, flu hingga sakit tenggorokan.

"Sejak Januari hingga April memang kasus ISPA mengalami peningkatan," ujar Asep, Sabtu (20/6/2026).

Berdasarkan data yang diperoleh, lanjut Asep, untuk kasus pneumonia balita sebanyak 287 pasien dan bukan pneumonia sebanyak 6.517 pasien.

Baca Juga: Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tahu Kota Tasikmalaya Banting Harga, Diky Chandra Minta Kompak

"Mereka umumnya mengalami gejala batuk, hidung tersumbat, demam, sulit bernapas, sakit kepala, nyeri otot, lemas, suara serak, mual, diare dan nafsu makan menurun yang ditimbulkan dari kondisi udara," ujar Asep Hendra Hendriana.

Menurut Asep, pengaruh cuaca yang tidak menentu saat ini berdampak pada berbagai penyakit yang rentan menyerang balita dan anak, sehingga terjadi peningkatan pasien yang berobat ke puskesmas.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari dampak kemarau yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus ISPA dan gangguan saluran pernapasan di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 H Meriahkan Kota Tasikmalaya, Ribuan Masyarakat Tumpah ke Jalan

"Setiap hari pasien yang masuk puskesmas mengeluhkan batuk, bersin, hidung meler, sakit kepala, suara serak, mual, dan hidung tersumbat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X