Namun, setiap pasien yang datang bisa langsung diobati dan kejadian ini disebabkan pengaruh cuaca terutama panas, debu dan lainnya," katanya.
Asep juga menuturkan, tingginya kasus ISPA di Kota Tasikmalaya tidak menyebabkan kematian.
Namun demikian, Dinas Kesehatan selalu mengingatkan agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dan bersih guna mencegah gangguan saluran pernapasan akibat dampak kemarau yang banyak menyerang balita dan anak.
"Perubahan cuaca yang terjadi sekarang banyak menyebabkan warga, termasuk balita dan anak-anak, terserang berbagai penyakit mulai batuk, flu, panas dingin, suara serak, diare dan asma kambuh," katanya.
Untuk pencegahan, Asep meminta masyarakat selalu menjaga anaknya ketika sedang keluar rumah mengingat udara di luar akhir-akhir ini panas, gersang dan berdebu, pungkasnya.***
Artikel Terkait
Tidak Didukung Anggaran Memadai, Tim Voli Kota Tasikmalaya Siap Berlaga Porprov Jabar 2026
Tuna Netra Kota Tasikmalaya Tuntut Pemilu yang Lebih Inklusif dan Mandiri
Jabatan Wali Kota Tasikmalaya Kembali Dijabat Viman Alfarizi, Diky Chandra Minta Maaf
Hanafi Resmi Jadi Pj Sekda Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Titip Tugas Prioritas dan Program Strategis
Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh
WTP Kota Tasikmalaya Raih Rekor 10 Kali Beruntun, LKPD 2025 Kembali Diganjar Opini Tertinggi BPK