Kemacetan Kota Cimahi Jadi Sorotan, Erwan Setiawan Ingatkan Ancaman Polusi dan Stres Warga

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 21 Juni 2026 | 21:03 WIB
Erwan Setiawan menyoroti kemacetan Kota Cimahi dan meminta solusi cepat agar polusi serta stres warga tidak semakin meningkat. (Dok. Diskominfo Jabar)
Erwan Setiawan menyoroti kemacetan Kota Cimahi dan meminta solusi cepat agar polusi serta stres warga tidak semakin meningkat. (Dok. Diskominfo Jabar)

CIMAHI, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan daerah, tetapi juga menjadi ajang penyampaian berbagai tantangan yang masih dihadapi kota tersebut.

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah kemacetan Kota Cimahi yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Sorotan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat turut berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas yang semakin terasa di berbagai titik.

Baca Juga: Disdik Jabar Minta Maaf soal Gangguan PCMB 2026, Siapkan Solusi untuk 77 Ribu Calon Murid Belum Tertampung

Erwan Setiawan menilai perkembangan daerah yang terus tumbuh harus diimbangi dengan solusi transportasi dan infrastruktur yang memadai.

Jika tidak, kemacetan Kota Cimahi dapat berkembang menjadi persoalan jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

"Harus kita antisipasi bersama jangan sampai kemacetan ini menjadi bencana untuk anak cucu kita kedepan mulai dari tingkat polusi dan warganya jadi stres," katanya pada Rapat Paripurna DPRD memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi, di Gedung DPRD Kota Cimahi, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Pengumuman PCMB Ditunda, Disdik Jabar Lakukan Penyempurnaan Data dan Hasil Pemetaan

Menurut Erwan Setiawan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa perlambatan mobilitas, tetapi juga meningkatnya polusi udara dan tekanan psikologis masyarakat akibat kondisi lalu lintas yang semakin padat. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang melibatkan berbagai pihak.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, siap mendukung upaya penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Kota Cimahi.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui bantuan keuangan infrastruktur maupun pengembangan sumber-sumber pendapatan daerah yang berpotensi meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah kota.

Dalam kesempatan tersebut, Erwan Setiawan juga menyoroti perjalanan panjang Kota Cimahi sejak resmi menjadi daerah otonom pada 21 Juni 2001.

Baca Juga: PCMB 2026 Jabar Diprotes Emak-emak dan Mahasiswa, Aksi Goreng Cireng hingga Soroti Harga BBM Naik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X