"Kalau dari sisi penyerapan tenaga kerja saya kira sudah cukup baik dan gizi pun sudah terjaga. Kini, tinggal bisa memanfaatkan potensi bahan baku yang ada di Kota Tasik," katanya.
Disinggung terkait peran Satgas MBG Kota Tasikmalaya, Diky menuturkan selama ini tidak dalam konteks pengawasan, melainkan hanya monitoring. Sedangkan, terkait bahan baku bukan tugas Satgas.
"Kami hanya memberikan rekomendasi ke pimpinan daerah. Saya usulkan agar SPPG itu bisa membuat asosiasi. Mudah-mudahan segera terbentuk, agar monitornya lebih terarah," harapnya.
Menurut Diky, Satgas MBG di daerah pun akan ada revisi lagi tentang SK. Adanya perubahan itu merupakan instruksi langsung dari BGN Pusat, pungkasnya.***
Artikel Terkait
WTP Kota Tasikmalaya Raih Rekor 10 Kali Beruntun, LKPD 2025 Kembali Diganjar Opini Tertinggi BPK
Bank Indonesia Ajak Kaum Disabilitas Kota Tasikmalaya Cinta Bangga Paham Rupiah Lewat Edukasi Inklusif
Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 H Meriahkan Kota Tasikmalaya, Ribuan Masyarakat Tumpah ke Jalan
Kasus TB Kota Tasikmalaya Tembus 1.306 Orang, Dinkes Temukan Ribuan Suspek hingga Mei 2026
Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tahu Kota Tasikmalaya Banting Harga, Diky Chandra Minta Kompak
Dampak Kemarau di Kota Tasikmalaya, Kasus ISPA Tembus 6.811 Balita dan Anak, Dinas Kesehatan Waspada