MBG Ditutup, Harga Bahan Pokok di Pasar Cikurubuk Turun, Pedagang Kecil Sumringah karena Pasokan Melimpah

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Minggu, 28 Juni 2026 | 08:25 WIB
Harga bahan pokok di Pasar Cikurubuk turun setelah MBG ditutup. Pedagang kecil mengaku stok kembali normal dan belanja masyarakat meningkat. (Dok. AMS)
Harga bahan pokok di Pasar Cikurubuk turun setelah MBG ditutup. Pedagang kecil mengaku stok kembali normal dan belanja masyarakat meningkat. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada menurunnya harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasaran.

Hal itu disebabkan pasokan sejumlah komoditas yang sebelumnya banyak terserap oleh program MBG ke pasaran cenderung normal. Dampaknya, ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat melimpah sehingga berdampak terhadap penurunan harga yang cukup signifikan.

Pantauan di Pasar Cikurubuk, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, contohnya, para pedagang mengaku sejak program MBG dihentikan, beberapa bahan pokok seperti daging ayam, telur ayam, minyak goreng, cabai merah, serta sejumlah bahan pokok lainnya mengalami penurunan harga.

Baca Juga: 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap Terungkap, Program MBG Tetap Berjalan Meski Pendaftaran Ditutup

Daging ayam yang biasa dijual Rp38.000 per kilogram turun menjadi sekitar Rp32.000 per kilogram dan telur ayam yang awalnya Rp27.000 per kilogram turun hingga kisaran Rp24.000 per kilogram. Minyak kemasan Bimoli 1 kilogram yang biasanya dijual Rp21.000 turun menjadi Rp18.500.

Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp60.000 per kilogram turun menjadi Rp36.000, cabai merah besar dari Rp65.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Cabai rawit merah (domba) yang sempat di atas Rp100.000 per kilogram turun drastis menjadi Rp45.000, cabai hijau/japlak dari Rp80.000 per kilogram kini turun menjadi Rp45.000 per kilogram, dan cabai hijau TW yang asalnya Rp40.000 per kilogram turun menjadi Rp22.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang mengaku turunnya harga sejumlah komoditas pasar tersebut disebabkan pasokan barang ke pasaran melimpah.

MBG ditutup berdampak pada turunnya harga bahan pokok di Pasar Cikurubuk. Pedagang kecil mengaku pasokan kembali normal.
MBG ditutup berdampak pada turunnya harga bahan pokok di Pasar Cikurubuk. Pedagang kecil mengaku pasokan kembali normal. (Dok. AMS)

"Ya ketahuan, Pak, sejak MBG dihentikan pasokan barang ke pasar normal bahkan melimpah. Kalau ada MBG, barang pokok yang masuk ke pasaran kurang karena terserap oleh dapur MBG," ujar Iim Marlina (47), salah seorang pemilik kios bahan pokok di Blok G Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya.

Dari sisi usaha, kata dia, bagi pedagang pasar dengan ditutupnya MBG sangat menguntungkan.

"Ya untunglah, Pak, pasokan barang lancar, harganya juga normal, masyarakat yang beli juga lebih banyak. Kalau ada MBG, barang susah didapat, harga belinya mahal, yang belanja juga berkurang karena harga barang di pasaran tinggi, sehingga hasil usaha pedagang pasar juga anjlok," bebernya.

"Kalau bisa udah lah enggak usah ada MBG, repot buat rakyat kecil mah," ujar Iim menambahkan.

Baca Juga: CEO Promedia Group Usul Reformulasi MBG, Libatkan UMKM dan Dapur Nusantara untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X