Viral Guru SDK Ogolau Bikin MBG Mandiri, Siswa di Pelosok Sulawesi Tengah Masih Menanti Program MBG

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 17 Juli 2026 | 19:41 WIB
Guru SDK Ogolau membuat MBG mandiri untuk siswa. Anak-anak di pelosok Sulawesi Tengah masih menanti program MBG hadir. (Tangkapan layar google)
Guru SDK Ogolau membuat MBG mandiri untuk siswa. Anak-anak di pelosok Sulawesi Tengah masih menanti program MBG hadir. (Tangkapan layar google)

MBG Mandiri Dibantu Donatur

Riska menjelaskan makanan yang dibagikan kepada para siswa di pelosok bukan bagian dari pelaksanaan resmi program MBG. Menu yang disiapkan dibuat secara sederhana dengan dukungan bantuan dari sejumlah donatur.

“Sambil nunggu kami bikin makanan ala kadarnya, sambil nunggu walaupun ngga itung gizi, ngga lengkap, dan banyak kekurangan berkat bantuan teman-teman,” tulisnya lagi.

Sebagai Guru SDK Ogolau, ia berharap perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah terpencil dapat ditingkatkan agar anak-anak memperoleh hak yang sama.

Baca Juga: Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun, 7 Personel Jadi Korban, Satu Prajurit Meninggal Dunia

“Aku cuma mau kasih tahu kalau di pelosok tidak bisa dijangkau MBG yang seharusnya jadi hak anak sekolah di nusantara ini,” tambahnya.

Selain berharap program MBG segera hadir, Riska juga menginginkan adanya perbaikan akses menuju sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar dan distribusi bantuan menjadi lebih mudah.

Warganet Nilai Siswa di Pelosok Layak Jadi Prioritas

Unggahan mengenai MBG mandiri yang dilakukan Guru SDK Ogolau mendapat banyak dukungan dari warganet. Sebagian besar menilai anak-anak di daerah terpencil justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan program tersebut.

Baca Juga: Viral Peserta Trip Diduga Kabur di Korea Selatan, Tour Leader Ungkap Kronologi hingga Travel Terancam Denda

“Padahal ini yang membutuhkan MBG, mereka yang ada di wilayah 3T,” tulis akun @ric***o.

“MBG tepat sasaran ini yang didukung, harusnya adik-adik ini yang menjadi prioritas penerima MBG,” tulis akun @dya*****i.

Komentar lain juga mengusulkan agar pelaksanaan program MBG di daerah terpencil melibatkan masyarakat sekitar sehingga distribusinya lebih mudah menjangkau siswa di pelosok.

“Kalau guru tidak bisa memasak karena waktunya kurang, mama-mama di sana saya yakin ikhlas memasakkan untuk anak-anak, tinggal sediakan bahan-bahannya dan peralatannya,” tulis akun @fan*****0.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X