GARUT, Mediapriangan.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Garut terus memperluas akses pembiayaan pertanian kentang melalui pengembangan ekosistem terintegrasi pada komoditas unggulan kentang.
Langkah ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimalisasi Akses Keuangan untuk Pengembangan Komoditas Unggulan Kentang dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah Kabupaten Garut Tahun 2026 yang digelar di Taman Teknologi Pertanian, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pertanian, lembaga jasa keuangan, BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan penjaminan, koperasi, offtaker, hingga kelompok tani.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya dan TPAKD Garut Perkuat UMKM lewat Program Desa EKI Tepas Papandayan
Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Putu Arya Wirasetyanta, menjelaskan bahwa pembentukan ekosistem pembiayaan terintegrasi bertujuan membantu petani tidak hanya dari sisi modal, tetapi juga jaminan perlindungan dan kepastian pasar.
"Melalui TPAKD, kami terus mendorong ekosistem pembiayaan yang terintegrasi agar petani memperoleh akses pembiayaan, dukungan penjaminan, perlindungan asuransi, serta kepastian pasar," ujar Arya.
Menurutnya, Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu sentra produksi hortikultura nasional. Meskipun demikian, pengembangan kentang sebagai komoditas unggulan masih terkendala beberapa hal, seperti terbatasnya akses pembiayaan pertanian kentang, berhentinya Program UPLAND, serta belum optimalnya integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir.
Sementara itu, Bagian Perekonomian Daerah Kabupaten Garut, Rina, menyambut positif kolaborasi lintas sektor yang digagas OJK Tasikmalaya. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memperkuat ekosistem agribisnis kentang.
"Komoditas kentang berkontribusi besar terhadap ekonomi daerah. Melalui kolaborasi ini, kami optimistis dapat memperkuat ekosistem agribisnis kentang, meningkatkan nilai tambah, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Rina.
"Hasil dari FGD ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis dan rencana tindak lanjut melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) guna menciptakan sektor pertanian yang berkelanjutan di Garut," ujar Rina menambahkan.***
Artikel Terkait
NPL BPR di Priangan Timur Tembus 24 Persen, OJK Tasikmalaya Soroti Risiko Kredit Bermasalah yang Cukup Tinggi
Priangan Timur Darurat Pinjol dan Investasi Bodong! OJK Tasikmalaya Gencarkan Literasi Keuangan
Program BEREHAN OJK Dorong Peternak Lokal Priangan Timur Naik Kelas, ASN Diajak Menabung untuk Kurban
OJK Tasikmalaya Gandeng Karang Taruna Perangi Pinjol Ilegal dan Judi Online Lewat Edukasi Keuangan
Gandeng PERSIS, OJK Perluas Akses Keuangan Syariah di Garut Lewat Duta Literasi hingga Tingkat Desa
OJK Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas Lewat Sekolah Pasar Modal di Ciamis
Program Tasikmalaya CAANG Jangkau 58 Ribu Warga, OJK Targetkan Edukasi Meluas hingga 98 Ribu Masyarakat
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Perkuat Industri BPR Syariah