Melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat, pustakawan memiliki peluang semakin besar untuk mengembangkan konten edukatif, memperluas jangkauan literasi, serta menjadikan perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat.
Sinergi antara kapasitas pustakawan, kualitas informasi, dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai salah satu simpul penting dalam ekosistem literasi kebanksentralan.
Bank Indonesia Tasikmalaya lanjut Azhar akan terus memperkuat sinergi dengan perpustakaan, lingkungan pendidikan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong BI Corner semakin aktif, kreatif, dan relevan sebagai pusat edukasi, literasi, dan riset kebanksentralan.
"Penguatan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap peran dan kebijakan Bank Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya masyarakat Priangan Timur yang semakin literat, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi, " Ujarnya.***
Artikel Terkait
Ansor dan Akademisi NU Tasikmalaya Kritik Undangan KDM ke Syuriah NU Jelang Muktamar
5 Ton Rendang dari Sumbar untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan Saat Bencana 2009
Kronologi Pelajar Tertemper KRL di Kalideres, Teriakan Warga Pecah Saat Korban Dievakuasi
KRL Bogor dan Tangerang Terganggu 2 Kecelakaan, 18 Perjalanan Telat hingga 1 Jam
Tertimbun 4 Hari akibat Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Paulina Pobi Ditemukan Selamat dalam Reruntuhan
Dinkes Kota Tasikmalaya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Busana Adat Nusantara, 26 Daerah Ditampilkan