24 Kopaja Batal Angkut Massa BEM UI, Korlap Sebut Sopir Diduga Diintimidasi Jelang Aksi Bundaran HI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:49 WIB
Aksi BEM UI di Bundaran HI diwarnai polemik setelah 24 Kopaja disebut batal mengangkut mahasiswa. Korlap menduga sopir mendapat intimidasi. (Instagram.com/@jakartainfoterkini.id)
Aksi BEM UI di Bundaran HI diwarnai polemik setelah 24 Kopaja disebut batal mengangkut mahasiswa. Korlap menduga sopir mendapat intimidasi. (Instagram.com/@jakartainfoterkini.id)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Rencana pengangkutan massa BEM UI menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026, berujung polemik. Sebanyak 24 Kopaja yang sebelumnya dipesan untuk membawa mahasiswa disebut batal beroperasi.

Koordinator Lapangan Aksi Merebut Kemerdekaan, Hafidz Haernanda, menyebut pembatalan tersebut terjadi setelah para sopir diduga mendapat intimidasi. Hal itu disampaikannya saat berorasi di lapangan kampus FISIP UI, Depok, pada hari yang sama.

Menurut Hafidz, para sopir diminta mencari alasan agar tidak membawa mahasiswa menuju lokasi aksi. Ia menyebut kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh massa BEM UI.

"Mereka (para sopir) itu disuruh membuat seribu alasan agar tidak bisa menjemput kami. Dan ini tidak hanya di BEM UI kawan-kawan," kata Hafidz dalam orasinya.

Hafidz mengatakan persoalan tersebut bermula ketika para sopir secara mendadak membatalkan pesanan angkutan yang sebelumnya telah disepakati.

Baca Juga: HUT RI ke-81, OJK Tasikmalaya dan Industri Jasa Keuangan Priangan Timur Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

24 Kopaja Disebut Batal Mengangkut Massa

Rencana keberangkatan mahasiswa menggunakan 24 Kopaja disebut berubah setelah para pengemudi menerima telepon dari pihak tertentu. Hafidz menduga pembatalan tersebut berkaitan dengan tekanan yang dialami para sopir.

"Bayangkan, kita pesan total 24 Kopaja. 24 Kopaja semuanya tidak bisa karena mereka diintimidasi," beber Hafidz.

Menurutnya, dugaan intimidasi tersebut berpotensi memengaruhi pekerjaan para pengemudi. Ia menyebut para sopir berada dalam posisi sulit karena harus mempertimbangkan risiko terhadap mata pencaharian mereka.

"Karena mereka diintimidasi, bisa saja dipecat. Ini kan sangat disayangkan," sambungnya.

Meski demikian, Hafidz menegaskan pihaknya tidak menyalahkan para pengemudi yang membatalkan pesanan. Ia menilai para sopir juga berada dalam sistem yang membuat mereka harus mempertimbangkan berbagai tekanan sebelum mengambil keputusan.

"Kami tidak menyalahkan driver-driver tersebut, karena mereka hidup di sebuah sistem yang mengakibatkan mereka harus bekerja seperti ini," ungkapnya.

Baca Juga: Sopir Alphard Minta Maaf usai Rusak Motor Driver Ojol di Bintaro, Siap Ganti Seluruh Kerugian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X