Stasiun Karet Ditutup, Tenda di Selasar BNI City Bikin Warganet Bertanya-tanya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 3 September 2026 | 17:34 WIB
Penutupan Stasiun Karet membuat pengguna harus berjalan lebih jauh ke BNI City. Tenda di selasar dipasang untuk menunjang kenyamanan penumpang. (Threads/@eraanggreani_)
Penutupan Stasiun Karet membuat pengguna harus berjalan lebih jauh ke BNI City. Tenda di selasar dipasang untuk menunjang kenyamanan penumpang. (Threads/@eraanggreani_)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Penutupan Stasiun Karet sejak 1 September 2026 membuat perjalanan sebagian pengguna KRL mengalami perubahan. Akses menuju Stasiun BNI City menjadi pilihan bagi penumpang yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet.

Perubahan tersebut memunculkan beragam respons di media sosial. Sebagian pengguna mengeluhkan jarak berjalan kaki menuju BNI City yang dinilai cukup melelahkan, sementara lainnya justru menganggap kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk lebih banyak berjalan kaki.

Keluhan Pengguna Stasiun Karet

Sejumlah pengguna mengaku harus menyesuaikan waktu keberangkatan setelah Stasiun Karet ditutup. Perjalanan menuju BNI City disebut membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota Autopsi Jenazah Remaja IMM, Hasil Forensik Jadi Kunci Ungkap Penyebab Kematian

Pemilik akun Threads @devaputs menceritakan perubahan yang dirasakannya setelah tidak lagi bisa turun di Stasiun Karet.

“Jujur mau nangis banget pagi-pagi, karena biasanya turun kereta nyebrang dan jalan dikit aja bisa langsung ketemu abang grab, kalo ini harus naik turun tangga,” tulis pemilik akun Threads @devaputs.

Pengalaman serupa disampaikan akun @saliissaa_. Ia menggambarkan perjalanan menuju BNI City sebagai aktivitas yang cukup menguras tenaga, terutama karena harus berjalan kaki dan melewati tangga.

“Gobyos banget sampe kantor basah kuyup, ohlaraga tiap hari semangat kaki naik turun tangga + jalan kaki 15 menit,” tulis di Threads.

Baca Juga: Bentrokan Maut di Tasikmalaya, Remaja 16 Tahun Tewas dengan Luka Kepala Serius, Diduga Dianiaya Geng Motor

Perdebatan kemudian berkembang di media sosial. Tidak semua warganet menganggap perjalanan tambahan menuju BNI City sebagai persoalan.

Sebagian justru menilai masyarakat perlu membiasakan diri berjalan kaki. Pandangan tersebut muncul di tengah keluhan pengguna mengenai jarak dan akses menuju Stasiun BNI City.

“Makanya dibiasain jalan kaki, bayar murah pengen dapat fasilitas bintang lima, di negara maju, masyarakatnya terbiasa jalan kaki 3 km,” posting akun @reynaldoaritonang96 pada Selasa, 1 September 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X