Selain itu, pembaruan operasional juga mencakup Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.
Dalam bahan informasi yang disampaikan, Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga disebut kembali dibuka sejak pukul 02.25 WIB.
Pembukaan kembali sejumlah bandara tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan penerbangan setelah gangguan akibat abu Anak Krakatau.
Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Meski beberapa bandara telah kembali beroperasi, pemulihan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas dan lalu lintas udara.
Pembersihan abu Anak Krakatau di sisi udara menjadi salah satu tahapan penting sebelum penerbangan kembali dilayani. Pemeriksaan runway juga dilakukan untuk memastikan landasan memenuhi standar keselamatan.
Di Soetta, pengendalian arus penerbangan melalui ATFM diterapkan agar keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berlangsung secara bertahap.
Bagi penumpang, kondisi ini berarti jadwal penerbangan masih dapat mengalami perubahan. Karena itu, informasi terbaru dari maskapai menjadi acuan utama sebelum melakukan perjalanan.
Dengan kembali dibukanya sejumlah bandara, aktivitas penerbangan perlahan dipulihkan setelah terdampak sebaran abu Anak Krakatau. Namun, proses normalisasi masih dilakukan secara bertahap sesuai kondisi operasional masing-masing bandara.***
Artikel Terkait
Tagana dan Donatur Salurkan 18.000 Liter Air Bersih ke Warga Desa Cibalanarik Kabupaten Tasikmalaya
Bukan Cuma Gudeg, 3 Kuliner Kaki Lima Legendaris Yogyakarta Ini Bertahan Puluhan Tahun dan Tetap Diburu
Bukan Sekadar Lupis, Jejak Rasa Lupis Mbah Satinem Yogyakarta Bertahan Sejak 1963 dengan Resep Turun-Temurun
Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Guru yang Diduga Lakukan Pelecehan, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Bentrokan Maut di Mangkubumi Tasikmalaya: Sejumlah Pelaku Diciduk, Kayu Diduga Jadi Senjata Penganiayaan
Misteri Kakak Adik Hilang Sejak 2021 Terungkap, Dua Kerangka Ditemukan di Rumah Kosong Banyuasin