Baca Juga: Hampir Sepekan Dirawat di RSCM, 2 Siswi Karo Diduga Korban Keracunan MBG Akhirnya Pulang
Karena itu, kejadian yang menimpa korban keracunan tidak seharusnya dijadikan bahan candaan ataupun olok-olok.
Gagat juga mengingatkan jajaran SPPG agar lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial. Pernyataan atau konten yang dibuat oleh personel SPPG dapat berdampak terhadap persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan program MBG.
"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," ungkap Gagat.
"Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat," sambungnya.
Baca Juga: Ribuan SPPG Disetop, BGN Ungkap Dugaan Bahan Baku MBG Rusak di Balik Kasus Keracunan Daerah
BGN Regional DIY kemudian mengarahkan agar persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi internal.
Fokus jajaran SPPG diminta kembali pada pelayanan, keamanan pangan, penerapan standar operasional prosedur atau SOP, serta pengawasan di setiap titik pelayanan.
"Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP," tegasnya.
Gagat juga meminta pengawasan dalam pelaksanaan program MBG terus diperkuat. Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap program tersebut semakin besar sehingga kinerja seluruh jajaran harus menjawab perhatian tersebut.
Baca Juga: Siswi Karo Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSCM, Dokter Pastikan Memori dan Fungsi Otaknya Baik
"Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," terangnya.
Sementara itu, pihak SPPG tempat pegawai tersebut bekerja telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan pihak yang terdampak atas munculnya konten tersebut.
Pemberhentian pegawai SPPG Bantul ini menjadi tindak lanjut setelah video yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo beredar luas di media sosial.
BGN menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas dalam pelaksanaan program MBG.***
Artikel Terkait
RDP Keracunan MBG di Karo Memanas, Orang Tua Siswa Ungkap Anak Alami Gangguan Ginjal dan Takut Keramaian
Kasus Keracunan MBG Berulang, Mahfud MD Desak SPPG yang Bersalah Diproses Hukum
273 Siswa dan 43 Guru Diduga Keracunan MBG di Pati, Makanan Datang Terlambat hingga SPPG Ditutup
269 Siswa di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, 59 Dirawat Inap dan Sampel Makanan Diperiksa
Kasus Keracunan MBG Berulang, BPOM Ungkap Makanan Lebih dari 4 Jam Bisa Basi Sebelum Diterima Siswa
Dugaan Keracunan MBG di Pariaman, 142 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit dan SPPG Ungkap Soal Uji Makanan