Dugaan Keracunan MBG di Pariaman, 142 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit dan SPPG Ungkap Soal Uji Makanan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 15 September 2026 | 21:58 WIB
Dugaan keracunan MBG di Pariaman dialami 142 siswa MTsN 1. Siswa dirawat setelah mengeluhkan mual, pusing, muntah dan sakit perut. (Threads/zumaahmad9)
Dugaan keracunan MBG di Pariaman dialami 142 siswa MTsN 1. Siswa dirawat setelah mengeluhkan mual, pusing, muntah dan sakit perut. (Threads/zumaahmad9)

 

PARIAMAN, Mediapriangan.com - Sebanyak 142 siswa MTsN 1 Kota Pariaman, Sumatera Barat, mendapat perawatan di rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 14 September 2026.

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, pusing hingga nyeri pada bagian perut. Sebanyak 83 siswa dibawa ke RSUD Muhammad Yamin, sedangkan 59 siswa lainnya mendapat penanganan di RSUD Sadikin Pariaman.

Peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan pada jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar satu setengah jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

Pihak sekolah kemudian membawa siswa yang mengalami gejala ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Usai Tak Lagi Menkeu: Mau Mancing Sambil Melamun hingga Beri iPad untuk Suahasil Nazara

Menu Ayam Tepung Dilaporkan Berbau

Makanan MBG yang dikonsumsi siswa MTsN 1 Kota Pariaman didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh.

Menu yang dibagikan terdiri dari ayam fillet goreng tepung dengan saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang dan jagung, serta buah melon.

Dugaan keracunan MBG kemudian mengarah pada salah satu menu, yakni ayam fillet goreng tepung. Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, mengatakan sejumlah siswa sempat mengeluhkan aroma makanan tersebut.

Baca Juga: Viral Kisah Warga Cibubur CBD Bekasi Nyaris Dibawa Naik Mobil, Didatangi OTK Mengaku WNA Saat Jogging

“Laporan dari murid, aromanya sudah tidak baik. Saat itu siswa sudah mulai mengonsumsi makan MBG,” ujar Tarmizi kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.

Guru yang mengetahui laporan tersebut kemudian menanyakan kondisi ayam yang disantap siswa. Dari keterangan yang diterima pihak sekolah, ayam tersebut disebut memiliki aroma yang tidak sedap.

Untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa, Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengambil sampel makanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X