PADANG, Mediapriangan.com - Luapan Sungai Lubuk Minturun memicu banjir yang merendam permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ratusan warga terdampak, sementara tim gabungan bergerak mengevakuasi masyarakat dari kawasan yang terendam.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB mencatat 498 warga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 238 orang telah dievakuasi. Genangan juga merendam sedikitnya 120 rumah di sejumlah lokasi.
Banjir Padang kali ini meluas ke tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Petugas gabungan dikerahkan untuk membantu warga meninggalkan kawasan berisiko, terutama di titik-titik yang terdampak luapan sungai.
Baca Juga: Mayat Terborgol di Kendal Dikaitkan dengan Dapur MBG, BGN Tegaskan Bangunan Bukan SPPG
Tiga Kecamatan Terdampak Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut Kecamatan Kuranji mencatat jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 245 orang.
Di Kecamatan Koto Tangah, terdapat 208 warga terdampak, termasuk masyarakat yang tinggal di Kelurahan Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto. Sementara itu, Kecamatan Nanggalo mencatat 45 warga terdampak, terutama di Kelurahan Tabing Banda Gadang.
Sejumlah titik menjadi perhatian petugas dalam proses penyelamatan, di antaranya Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, serta kompleks Lumin Park di sekitar Lubuk Minturun.
Luapan Sungai Lubuk Minturun membuat warga di kawasan sekitar aliran air harus menghadapi genangan yang masuk ke permukiman. Kondisi tersebut mendorong petugas memprioritaskan penyelamatan warga dari lokasi yang dinilai berisiko.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jabodetabek 11 Oktober 2026, Bogor hingga Depok Masuk Daftar Waspada
Arus Deras Hambat Evakuasi Warga
Proses evakuasi warga dilakukan BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat, TNI, Polri, dan unsur terkait. Petugas membantu masyarakat keluar dari rumah yang terendam, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Di beberapa lokasi, derasnya arus air menjadi kendala dalam operasi penyelamatan. Petugas menggunakan perahu karet, tandu, dan tali untuk membantu warga menuju tempat yang lebih aman.
Pemerintah Kota Padang juga mengerahkan sejumlah instansi, antara lain pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, dengan dukungan TNI dan Polri.
Artikel Terkait
Pemuda 19 Tahun Diduga Hanyut di Kali Banjir Kanal Barat Grogol, Cekcok dengan Pacar Berujung Petaka
Banjir Bandang Solok Porak-porandakan Arosuka, 2 Korban Hilang dan 100 Rumah Terdampak
Banjir Bandang Solok Terjang Arosuka, 32 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Putus Diterjang Lumpur hingga Kayu
Motor Listrik Saat Hujan Aman? Ini Batasnya, Jangan Asal Terobos Banjir dan Kenali Risiko yang Bisa Terjadi
Rencana Rehabilitasi Sungai Cikunten Tasikmalaya Dikeluhkan Petani, Lurah Talagasari Ingatkan Ancaman Banjir
Banjir Bandang Padang Terjang Lumin Park, Pagar Kompleks Hancur dan Warga Masih Terkepung di Lantai Dua