• Minggu, 11 Oktober 2026

Kabut Asap Palangka Raya Belum Mereda, Warga Lelah Bersuarа di Tengah Ribuan Hektare Karhutla

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:24 WIB
Kabut asap Palangka Raya masih dikeluhkan warga di tengah perpanjangan status darurat karhutla dan catatan 1.407,75 hektare lahan terbakar. (Threads/@hachi***)
Kabut asap Palangka Raya masih dikeluhkan warga di tengah perpanjangan status darurat karhutla dan catatan 1.407,75 hektare lahan terbakar. (Threads/@hachi***)

 

PALANGKA RAYA, Mediapriangan.com - Keluhan warga mengenai kabut asap Palangka Raya kembali muncul di media sosial. Di tengah upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagian masyarakat mengungkapkan kelelahan karena merasa suara mereka belum menghasilkan perubahan yang nyata.

Ungkapan tersebut disampaikan seorang pengguna Threads melalui akun @hachi** pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pemilik akun mengaku sudah berulang kali menyuarakan persoalan kebakaran di wilayahnya, tetapi menilai penanganan yang dilakukan belum menjawab harapan warga.

“Jujur aku udh cape speak up tentang kebakaran hutan dan lahan disini karna rasanya percuma ga ada kebijakan penanganan yang benar-benar nyata,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: F1 Singapura 2026 Tetap Digelar di Tengah Kabut Asap Karhutla, Hujan Sempat Tunda Sprint

Unggahan itu mencerminkan kekecewaan pribadi pemilik akun terhadap penanganan karhutla. Pernyataan tersebut bukan representasi seluruh warga, tetapi menunjukkan bahwa dampak kebakaran dan kabut asap juga memunculkan persoalan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas penanganan di lapangan.

Di tengah keluhan mengenai kabut asap Palangka Raya, pemerintah kota memperpanjang status tanggap darurat karhutla mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026.

Perpanjangan status tersebut ditujukan untuk menjaga kesiapan personel, posko penanganan, serta dukungan anggaran selama ancaman kebakaran masih berlangsung.

Baca Juga: Karhutla Kalsel Dekati RSJ Sambang Lihum, 167 Pasien Dievakuasi dari Ancaman Api di Lahan Gambut

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa penanganan diprioritaskan pada titik kebakaran yang berada dekat permukiman. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api merambat dan mengancam rumah warga.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, tercatat 832 kejadian kebakaran sepanjang 1 Juni hingga 8 Oktober 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.407,75 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak. Berikutnya adalah Kecamatan Sebangau, Bukit Batu, Pahandut, dan Rakumpit.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya tantangan penanganan karhutla di Palangka Raya. Selain memadamkan titik api, petugas juga perlu mencegah kebakaran baru agar dampaknya tidak semakin meluas.

Baca Juga: Karhutla Kaltim dan Kalbar Ganggu Sekolah, Asap Picu ISPA hingga Pembelajaran Daring

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X