"Kami tidak ingin tragedi serupa terjadi di Ciamis, terutama menjelang Pemilu 2024. Ciamis harus tetap kondusif, dan kita harus mewaspadai potensi eksploitasi situasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan politik.
Ciamis selama ini telah mempertahankan kedamaian, dan kita harus waspada terhadap ancaman radikalisme menjelang Pemilu," ungkapnya.
Andi juga mengakui bahwa aksi mereka mungkin memiliki implikasi politis, namun, para aktivis telah sepakat untuk memprioritaskan menjaga ketertiban di Ciamis, terutama menjelang Pemilu 2024.
"Kami sadar bahwa Republik ini akan mengadakan Pemilu, tetapi semua organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di Ciamis telah sepakat untuk menjaga ketertiban selama masa Pemilu yang akan datang," jelasnya.
"Terlepas dari perbedaan warna politik dan keanggotaan organisasi, kami semua berharap agar proses demokrasi berlangsung dengan adil dan damai," tambahnya. (Ikbal Permana) ***