"Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan, termasuk penyuluhan, pelatihan, dan FGD kepada petani manggis sangat penting," terangnya.
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, kebijakn ketiga, yakni pengembangan jaringan kemitraan pemasaran dengan peningkatan jumlah mitra perusahaan ekspor.
Baca Juga: Momentum Peringatan Hari Jadi ke-78 Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya Raih Penghargaan Layak Anak
Ketua Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Ida mengungkapkan Bupati Tasikmalaya juga memastikan fasilitas pengembangan budidaya pasca panen.
"Program ini dengan menyediakan fasilitas seperti packing house, registrasi lahan, dan alat grading kepada para petani," jelas Ida.
Sementara Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Puspahiang Apip memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang mendukung dengan pendampingan usaha.
"Pelatihan SDM, dan pendampingan usaha sangat penting, juga pembangunan infrastruktur untuk memudahkan akses pasar, termasuk pasar ekspor," katanya.
Pada Maret 2023, komoditas manggis meraih sertifikat dari ICERT (lembaga sertifikasi organik), membuka peluang ekspor ke negara lain.
Dengan kebijakan ini, Bupati Ade berhasil meningkatkan pendapatan petani dengan peningkatan penjualan, terutama ekspor, mencapai 20% sampai 30%.
Hingga saat ini, para petani manggis sukses mengekspor ke berbagai negara seperti Cina, Hongkong, Singapura, Qatar, Dubai, Arab Saudi, dan beberapa wilayah di Eropa.***