CIAMIS, Mediapriangan.com - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Hajat Bumi Cariu 2026 yang kembali digelar di Dusun Cariu, Kabupaten Ciamis.
Tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi momentum masyarakat untuk mensyukuri hasil bumi sekaligus menjaga nilai-nilai warisan leluhur yang masih hidup hingga sekarang.
Hajat Bumi Cariu bukan sekadar perayaan tahunan. Tradisi budaya ini telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat yang terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan kekayaan budaya daerah.
Pelaksanaan Hajat Bumi Cariu tahun ini menjadi bagian dari Festival Budaya Nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, pegiat budaya, hingga perwakilan pemerintah daerah dan provinsi.
Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Sukadana, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dewan Kebudayaan, Disbudpora Kabupaten Ciamis, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Keramat Cariu. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual mipit yang dipimpin juru kunci sebagai simbol penghormatan terhadap warisan leluhur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Setelah itu, berbagai pertunjukan tradisi budaya ditampilkan untuk memeriahkan acara.
Kesenian Tutunggulan-Ngangkring menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung melalui irama khas yang dihasilkan dari tabuhan lesung secara bergantian.
Selain Tutunggulan-Ngangkring, masyarakat juga menyuguhkan Rajah Bubuka, pertunjukan Tutunggulan anak-anak, penampilan anak KOBER, lagu-lagu PKK Desa, hingga Seni Ibing Ronggeng yang menambah semarak pelaksanaan Hajat Bumi Cariu.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Agung Kusnadi, S.Pd., menegaskan bahwa Hajat Bumi Cariu memiliki nilai penting sebagai tradisi budaya yang telah mendapatkan pengakuan resmi.
''Tradisi ini merupakan tanggung jawab bersama karena sudah dinobatkan menjadi warisan budaya tak benda, jadi bukan hanya seremonial saja,'' ujar perwakilan Disparbud Provinsi Jawa Barat.
Artikel Terkait
Bakal Jadi Wisata Sejarah, Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya Menuju Status Cagar Budaya Nasional
Kirab Budaya di Cirebon Tampilkan Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi: Sejarah Adalah Jembatan Masa Depan
Pesta Rakyat Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung, Cek Rute Kirab Budaya dan Lokasi Kantong Parkir Utama
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Penataan Lingkungan Usai Rampungkan Kirab Budaya Mahkota Binokasih
Batik Karya Siswa MTsN 3 Kota Tasikmalaya Pukau Plh Wali Kota, Cara Keren Lestarikan Budaya Sunda
Gandeng Unsil, DKKT Siapkan Digitalisasi Arsip dan Kajian Sejarah Budaya Tasikmalaya
Boon Pring Jadi Titik Awal Indonesia Culture Festival, ICCN Bangun Ekosistem Budaya Lewat Jejaring Kota Kreatif
Kampung Naga 2026, Benteng Budaya Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
Pasanggiri Ujang Nyai 2026 Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda, Generasi Muda Ciamis Disiapkan Jadi Pewaris
Didi Sukardi Hidupkan Seni Budaya Sunda di Hari Jadi Ciamis, Lembur Galuh Disiapkan Jadi Ikon Baru