Hajat Bumi Cariu 2026 di Ciamis Kembali Digelar, Lebih dari 100 Hasil Bumi Jadi Simbol Syukur

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 24 Juni 2026 | 22:07 WIB
Hajat Bumi Cariu 2026 di Ciamis berlangsung meriah. Tradisi budaya warisan leluhur ini menampilkan ratusan hasil bumi. (Dok. Disparbud Ciamis)
Hajat Bumi Cariu 2026 di Ciamis berlangsung meriah. Tradisi budaya warisan leluhur ini menampilkan ratusan hasil bumi. (Dok. Disparbud Ciamis)

 

CIAMIS, Mediapriangan.com - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Hajat Bumi Cariu 2026 yang kembali digelar di Dusun Cariu, Kabupaten Ciamis.

Tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi momentum masyarakat untuk mensyukuri hasil bumi sekaligus menjaga nilai-nilai warisan leluhur yang masih hidup hingga sekarang.

Hajat Bumi Cariu bukan sekadar perayaan tahunan. Tradisi budaya ini telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat yang terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan kekayaan budaya daerah.

Pelaksanaan Hajat Bumi Cariu tahun ini menjadi bagian dari Festival Budaya Nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, pegiat budaya, hingga perwakilan pemerintah daerah dan provinsi.

Baca Juga: Kontingen Kabupaten Ciamis Dilepas ke POPWILDA dan PORSENITAS 2026, Bupati Titip Misi Prestasi dan Sportivitas

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Sukadana, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dewan Kebudayaan, Disbudpora Kabupaten Ciamis, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Keramat Cariu. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual mipit yang dipimpin juru kunci sebagai simbol penghormatan terhadap warisan leluhur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Setelah itu, berbagai pertunjukan tradisi budaya ditampilkan untuk memeriahkan acara.

Kesenian Tutunggulan-Ngangkring menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung melalui irama khas yang dihasilkan dari tabuhan lesung secara bergantian.

Baca Juga: Semarak 1 Muharam Ciamis Dihadiri 3.500 Santri, Munajat Akbar Jadi Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selain Tutunggulan-Ngangkring, masyarakat juga menyuguhkan Rajah Bubuka, pertunjukan Tutunggulan anak-anak, penampilan anak KOBER, lagu-lagu PKK Desa, hingga Seni Ibing Ronggeng yang menambah semarak pelaksanaan Hajat Bumi Cariu.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Agung Kusnadi, S.Pd., menegaskan bahwa Hajat Bumi Cariu memiliki nilai penting sebagai tradisi budaya yang telah mendapatkan pengakuan resmi.

''Tradisi ini merupakan tanggung jawab bersama karena sudah dinobatkan menjadi warisan budaya tak benda, jadi bukan hanya seremonial saja,'' ujar perwakilan Disparbud Provinsi Jawa Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X