Barnas juga menekankan pemeliharaan objek wisata, seperti penertiban pohon-pohon di Situ Bagendit. Ia menyatakan perlunya kajian lebih lanjut untuk memastikan pemeliharaan yang tepat.
Mengenai promosi, Barnas menekankan pentingnya strategi yang efektif dan kenyamanan pengunjung sebagai faktor kunci keberhasilan, lebih dari sekadar pengumpulan tarif tiket.
"Kami tidak hanya ingin mengumpulkan tarif tiket, tetapi juga ingin memastikan bahwa pengunjung merasa senang. Mungkin tiket mahal, tetapi pelayanan yang baik adalah yang utama," ungkapnya.
Di sisi lain, Barnas mengungkapkan potensi luar biasa Kabupaten Garut dalam berbagai bentuk pariwisata, termasuk pantai, gunung, dan situs bersejarah.
Beliau mendorong pendirian pusat informasi pariwisata yang menyajikan paket wisata dan kuliner khas Garut, termasuk kegiatan spesifik seperti pertunjukan ketangkasan domba, dengan jadwal terorganisir, terutama pada akhir pekan.
"Paket wisata ini dapat dikombinasikan antara pengalaman kuliner dan kunjungan ke tempat-tempat menarik," pungkasnya.***