“Harapan kami, program ini akan mengangkat standar keahlian para petani kami dalam praktik pertanian dan peternakan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Program Sekolah Lapangan Pertanian Ramah Lingkungan diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong pertanian dan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.
"Kami berharap Program Sekolah Lapangan Pertanian Ramah Lingkungan akan menjadi tonggak penting dalam mendorong pertanian dan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis," tandasnya.
Slamet Budi Wibowo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, menegaskan program ini sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan yang sehat dan memadai bagi seluruh masyarakat.
“Tahun ini, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan pertanian ramah lingkungan dengan membuka Sekolah Lapangan Pertanian Ramah Lingkungan di 26 kecamatan,” katanya.
Dari total kecamatan tersebut, 22 akan difokuskan pada pengembangan komoditas padi, sementara 4 kecamatan lainnya akan menitikberatkan pada tanaman pekarangan.
“Setiap kegiatan akan melibatkan 25 petani dari masing-masing kecamatan, termasuk 13 anggota kelompok petani yang akan terlibat secara langsung serta 12 petani muda dengan usia maksimal 39 tahun,” paparnya.***