Dia juga menggarisbawahi pentingnya ilmu agama sebagai benteng bagi anak-anak dari pengaruh buruk di sekitar mereka.
“Anak-anak dan generasi muda adalah aset bangsa. Mereka akan menjadi penerus tongkat estafet kepemimpinan,” tambah Bupati Ade.
Ketua Umum DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tasikmlaya, KH. Apipudin S.Pd.I, menjelaskan bahwa peserta festival ini terdiri dari murid-murid TK/TPA/TQA dengan jumlah peserta mencapai ribuan.
“Festival ini diadakan setiap 3 tahun sekali. Para peserta ini merupakan hasil seleksi di tingkat kecamatan,” jelas KH Apipudin.
Dia menjelaskan bahwa ada 22 jenis mata lomba yang diikuti peserta, mulai dari lomba mewarnai, kaligrafi, tahfiz juz 30, murotal, azan iqomah, peragaan solat, pidato bahasa Indonesia, TQA, tilawah, cerdas cermat, hingga nasyid.
Lomba ini memiliki jenjang kompetisi dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tingkat provinsi akan dilaksanakan pada bulan Juli, dan Kabupaten Tasikmalaya akan menjadi tuan rumah.***