Kasus Vina bermula saat perempuan berusia 16 tahun itu ditemukan tewas di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu malam, 27 Agustus 2016.
Dia ditemukan bersama kekasihnya, Muhammad Rizky yang akrab dipanggil Eki (16). Laporan awal menyebutkan, Vina mengalami kecelakaan tunggal saat berboncengan dengan Eki.
Keduanya menabrak tiang listrik dan trotoar jembatan flyover di arah Majasem, Cirebon menuju Sumber, Kabupaten Cirebon.
Beberapa hari kemudian, Wasnadi mendapat informasi bahwa putrinya meninggal akibat kekerasan oleh geng motor. Perempuan itu mengalami luka parah di kepala, tubuh, dan kaki.
Kapolres Cirebon saat itu, AKBP Indra Jafar menjelaskan bahwa Vina dan Eki berkeliling Cirebon pada Sabtu malam bersama rekan geng motor mereka.
Saat melintasi SMP Negeri 11 Cirebon, mereka dilempari batu oleh geng motor lainnya.
Namun, motor yang dikendarai Eki ditendang sampai dia dan Vina jatuh. Keduanya lalu mengalami tindakan kekerasan.
Setelah itu, para pelaku sengaja membuang jasad kedua korban di bawah jembatan layang agar seakan-akan korban meninggal akibat kecelakaan tunggal.
Asumsi pertama saat itu adalah kejadian lakalantas. Namun, setelah mendapatkan informasi dari rekan korban bahwa korban belum tentu mengalami kecelakaan lalu lintas, polisi kemudian menangkap 8 dari 11 pelaku pembunuhan pada 31 September 2016.***