Mediapriangan.com - Pejabat (Pj.) Bupati Ciamis, Engkus Sutisna, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Rakor Linsek) yang berfokus pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada Rabu, 24 Juli 2024.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan.
Rakor Linsek RDTR ini mengundang berbagai Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, memberikan mereka kesempatan untuk mempresentasikan RDTR di wilayah masing-masing, serta berbagi wawasan tentang perencanaan tata ruang yang sedang dan akan diterapkan.
Dalam kesempatan ini, Engkus Sutisna memaparkan RDTR kawasan perkotaan Rancah yang terletak di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, untuk periode 2024-2044.
Engkus Sutisna menjelaskan bahwa RDTR kawasan perkotaan Rancah mencakup empat desa, yaitu Desa Rancah, Desa Situmandala, Desa Cisontrol, dan Desa Cileungsir, dengan total luas wilayah mencapai 3.512,62 hektar dan jumlah penduduk sekitar 28.306 jiwa.
"RDTR kawasan perkotaan Rancah mencakup empat desa, yaitu Desa Rancah, Desa Situmandala, Desa Cisontrol, dan Desa Cileungsir, dengan total luas wilayah mencapai 3.512,62 hektar dan jumlah penduduk sekitar 28.306 jiwa," terangnya.
Dalam presentasinya, ia menyoroti beberapa potensi yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut, seperti wisata Puncak Bangku, Puncak Pispun, dan Puncak Akasia, serta taman rekreasi dan sarana olahraga yang sudah ada.
"Beberapa potensi yang dapat dikembangkan di kawasan Rancah meliputi wisata Puncak Bangku, Puncak Pispun, dan Puncak Akasia, serta taman rekreasi dan sarana olahraga yang sudah ada," lanjut Pj Bupati Ciamis.
Engkus Sutisna juga menekankan bahwa tujuan penataan ruang kawasan perkotaan Rancah adalah untuk mewujudkan pusat pertumbuhan berbasis perdagangan, jasa, pariwisata, dan agribisnis, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
"Tujuan penataan ruang kawasan perkotaan Rancah adalah untuk mewujudkan pusat pertumbuhan berbasis perdagangan, jasa, pariwisata, dan agribisnis, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan," pungkasnya.***