Ia mendorong seluruh OPD untuk segera beradaptasi dengan sistem baru ini demi memastikan aplikasi dapat digunakan secara optimal.
“Digitalisasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja. OPD harus menjadi motor penggerak dalam transformasi ini,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menghargai sejarah melalui pengelolaan arsip yang baik.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya. Srikandi mempermudah kita dalam mengarsipkan jejak pendahulu secara baik dan rapi,” tutur Cheka.
Meski dampak lokal aplikasi ini terhadap lingkungan di Tasikmalaya belum dihitung secara rinci, Cheka optimis bahwa digitalisasi arsip akan membawa manfaat jangka panjang, baik bagi efisiensi pemerintahan maupun keberlanjutan lingkungan.
“Kita sedang mengkaji lebih jauh dampak lokalnya, tetapi ini adalah langkah awal menuju pemerintahan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Cheka Virgowansyah berharap Srikandi dapat menjadi katalisator perubahan menuju pemerintahan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk mendukung langkah ini dengan semangat perubahan.
“Ini adalah momen penting untuk memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.***