Polda Jawa Tengah berjanji akan mengungkap kasus ini secara terbuka tanpa ada upaya menutup-nutupi.
Agus juga menyatakan bahwa dugaan intervensi terhadap keluarga korban akan dibahas dalam sidang etik tersangka.
"Bukti-bukti, termasuk video, akan dipaparkan untuk menjamin transparansi proses penyelidikan," ungkapnya.
3. Keluarga Korban Akui Ada Tekanan
Keluarga korban menyebut adanya upaya intervensi dari pihak kepolisian yang meminta mereka menandatangani pernyataan agar kasus dianggap selesai.
"Diminta membuat pernyataan bahwa kasusnya selesai, agar tidak menarik perhatian publik dan media," ujar salah satu kerabat korban kepada wartawan pada Minggu, 1 Desember 2024.
Menurut kerabat tersebut, pertemuan berlangsung saat korban dirawat di RSUD Kariadi Semarang. Namun, keluarga menolak permintaan tersebut karena merasa keadilan belum ditegakkan.
Kronologi Penembakan Menurut Pihak Kepolisian
Berdasarkan pernyataan awal aparat, korban diduga terlibat dalam rencana tawuran.
Saat polisi mencoba membubarkan, korban disebut melawan petugas hingga terjadi penembakan.
Namun, pihak keluarga mempertanyakan klaim ini dan menuntut kejelasan mengenai insiden yang menyebabkan meninggalnya siswa SMK tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan nasional, menambah daftar panjang pelanggaran oleh oknum aparat. Publik menanti hasil penyelidikan transparan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.***