Los Angeles memiliki 114 tangki besar untuk menyimpan dan menyalurkan air. Saat kebakaran mulai, semua tangki penuh, termasuk tiga tangki besar berkapasitas satu juta galon di Pacific Palisades.
Namun, tangki pertama habis sebelum pukul 5 sore pada Selasa, dan tangki terakhir kosong pada dini hari Rabu.
“Tangki-tangki itu memberikan tekanan air untuk hidran di perbukitan Palisades. Namun, kebutuhan air yang luar biasa tinggi membuat kami tidak mampu mengisi ulang tangki dengan cukup cepat,” jelas Quinones.
Kesulitan utama juga disebabkan oleh perbedaan ketinggian. Kebutuhan air di dataran rendah memperlambat pengisian ulang tangki di dataran tinggi, yang kritis untuk memadamkan api di perbukitan.
Kritik Pengelolaan Air dan Risiko Kebakaran
Persoalan pengelolaan air di Los Angeles sudah lama menjadi sorotan, termasuk oleh mantan Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Fenomena Banjir Rob dan Ironi Proyek Tanggul yang Mangkrak Sejak 2014 di Jakarta Utara
Trump pernah mengkritik para pemimpin California atas manajemen air yang dinilai buruk serta lambannya pembersihan semak-semak dan pohon mati yang berisiko memicu kebakaran.
“Saya mengatakan kepadanya sejak awal bahwa dia harus membersihkan tanah hutan apa pun yang diminta para pemerhati lingkungan kepadanya,” tulis Trump di Twitter pada 2019, mengacu pada Gubernur California, Gavin Newsom.
Meski kritik tersebut masih relevan, belum ada bukti langsung yang mengaitkan faktor tersebut dengan kebakaran kali ini.
Tantangan yang dihadapi Los Angeles saat ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen sumber daya dan kesiapan menghadapi bencana alam.***