Baca Juga: Rumah Selamat dari Kebakaran di Los Angeles Kini Terancam Longsor, Bangunan Sampai Terbelah Dua
“Operasi TMC ini diharapkan bisa membantu meminimalkan cuaca ekstrem agar proses pencarian tidak terganggu,” ujar Nana. Pelaksanaan TMC dimulai pada Kamis, 23 Januari 2025.
Sebanyak 1.300 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, SAR, Satpol PP, dan relawan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana.
Penetapan Status Tanggap Darurat
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., mengunjungi lokasi bencana dan mengumumkan penetapan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.
“Terhitung sejak 21 Januari hingga 4 Februari 2025, Pemkab Pekalongan menetapkan status darurat bencana,” ungkapnya pada Selasa, 21 Januari 2025.
Fadia juga menyebutkan bahwa posko bencana telah didirikan di empat kecamatan terdampak paling parah, yaitu Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan Kandangserang.
Total ada 11 kecamatan yang terkena dampak longsor dan banjir bandang dari hulu hingga hilir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan terus berdoa agar situasi segera membaik.
“Evakuasi dilakukan bersama tim dan relawan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca,” ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi
Bupati Pekalongan juga meminta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi mengingat beberapa akses jalan menuju daerah terdampak utama dalam kondisi terputus.
BNPB telah memberikan bantuan darurat senilai Rp289,5 juta, yang mencakup dana operasional sebesar Rp200 juta, 200 paket sembako, dan 100 paket makanan siap saji.