Tanggap Darurat 14 Hari Ditetapkan, Modifikasi Cuaca Digunakan untuk Pencarian Korban Longsor Pekalongan, Jateng

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 24 Januari 2025 | 10:30 WIB
Foto Bupati Pekalongan mengunjungi lokasi tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.   (Dok. pekalongankab.go.id)
Foto Bupati Pekalongan mengunjungi lokasi tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Dok. pekalongankab.go.id)

Mediapriangan.com - Bencana tanah longsor melanda Desa Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin, 20 Januari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB.

Musibah longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak siang hari, yang juga memicu banjir bandang.

Dampak longsor ini sangat signifikan, dengan 27 rumah mengalami kerusakan berat, lima jembatan rusak, tiga akses jalan terputus akibat genangan air, dan sebuah tanggul jebol.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, dari 21 Januari hingga 4 Februari 2025.

Baca Juga: Simak Kronologi 2 Insiden Kebakaran Jakarta, dari Sumber Api Glodok Plaza hingga 543 Rumah Terdampak di Kemayoran

Kerugian dan Korban Bencana Longsor

Menurut data yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, hingga Kamis, 23 Januari 2025, sebanyak 159 orang telah mengungsi akibat bencana ini.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 21 orang. Tim SAR gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap lima orang yang dilaporkan hilang.

Data korban hilang telah mengalami pengurangan setelah beberapa nama yang sebelumnya tercatat ditemukan dalam keadaan hidup.

Baca Juga: 4 Fakta Terkini Kebakaran Glodok Plaza Jakarta, 9 Orang Terjebak hingga Pencarian Kasir Wanita yang Hilang

Modifikasi Cuaca untuk Memaksimalkan Pencarian

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan untuk menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pencarian korban hilang.

Operasi TMC ini diharapkan dapat memberikan waktu lebih lama bagi tim pencari untuk bekerja tanpa terganggu oleh hujan lebat.

Nana Sudjana, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, menjelaskan bahwa curah hujan di wilayah tersebut sangat tinggi dalam sepekan terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X