Selama sebulan penuh, para mahasiswa akan tinggal di desa-desa tersebut dan terlibat dalam berbagai program, seperti pelatihan pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan usaha mikro, dan pelestarian budaya lokal.
Dadi menekankan bahwa selain memberikan dampak positif bagi warga, mahasiswa juga diharapkan dapat meninggalkan kesan baik dan pengalaman berharga bagi diri mereka sendiri.
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah setempat menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN Unigal. Menurut Camat Cikoneng, program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara akademisi dan masyarakat dalam upaya memajukan desa.
“Kami berharap mahasiswa dapat membantu mengidentifikasi potensi desa yang belum tergarap maksimal, terutama di sektor pariwisata dan pertanian,” ujarnya.
Masyarakat setempat juga antusias menyambut kedatangan para mahasiswa. Salah seorang warga Desa Sadananya mengungkapkan, kehadiran mahasiswa KKN seringkali membawa angin segar bagi perkembangan desa.
“Mereka biasanya membawa ide-ide kreatif yang bisa kami terapkan untuk memajukan desa,” katanya.
Harapan untuk KKN Berkelanjutan
Prof. Dadi menambahkan bahwa Unigal berkomitmen untuk terus mendukung program KKN yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
“Kami berharap kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut bahkan setelah program KKN selesai,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi tinggi, 508 mahasiswa Unigal siap mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Ciamis.
Program KKN ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga ajang pembelajaran berharga bagi para mahasiswa dalam memahami kehidupan nyata di tengah masyarakat.***