Ia mengungkapkan bahwa 83% Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Indonesia belum sehat karena sebagian besar anggarannya masih berasal dari pusat.
“Banyak daerah yang ibarat pasangan muda yang masih minta uang orang tua. Seharusnya sudah bisa mandiri, tetapi nyatanya masih bergantung,” tegasnya.
Untuk itu, ia mendorong peningkatan kemandirian fiskal daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
“Jika daerah tidak segera memperbaiki kemandirian fiskalnya, maka pembangunan akan terus berjalan di tempat,” tambahnya.
Bima Arya juga menegaskan bahwa Indonesia harus mampu tumbuh di atas 5% per tahun dalam satu dekade ke depan agar bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle-income trap).
Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi besar, yang diperkirakan mencapai Rp5.800 triliun per tahun, untuk mewujudkan lompatan ekonomi yang signifikan.
Tak hanya membahas ekonomi dan fiskal daerah, Wamendagri juga menguraikan program pemerintah di bidang pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi berencana membangun sekolah unggulan bagi anak-anak jenius serta sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu.
“Melalui pendidikan yang berkualitas, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Menyambut paparan dari Wamendagri, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan tersebut.
Menurutnya, arahan yang disampaikan sangat berharga dan menjadi pedoman penting bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menjalankan tugas pemerintahan serta mengoptimalkan kebijakan pembangunan daerah.
Herdiat juga menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan pesan-pesan yang disampaikan oleh Wamendagri sebagai panduan dalam memastikan bahwa kebijakan yang diambil di Ciamis semakin bijaksana dan tepat sasaran.