daerah

Kades Wunut Klaten di Jawa Tengah, Bagikan Rp457 Juta THR untuk Warga, Termasuk Bayi! Dari Mana Asal Dananya?

Kamis, 20 Maret 2025 | 03:32 WIB
Warga Desa Wunut Menerima THR dari Pendapatan Desa. (Instagram.com/desawunutklaten)

"Pendaftaran tahun ini ada penurunan mungkin karena persaingan yang juga luar biasa. Tahun 2024 total pendapatan kita Rp6,4 miliar dan tahun 2023 Rp7,2 miliar," jelasnya.

Menurunnya pendapatan wisata tentu menjadi tantangan tersendiri bagi desa.

Namun, Iwan dan pemerintah desa tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk mengurangi besaran THR yang diberikan.

Baca Juga: Yeom Hye Seon Torehkan Sejarah! Lewati 16.000 Set di Liga Voli Korea, Bareng Megawati, Red Sparks Siap Gas di Playoff!

Bahkan, mereka justru menaikkan jumlah THR yang diberikan kepada setiap warga.

"Meskipun pendapatan turun, THR kita naikkan. Dari sebelumnya Rp400 ribu per rumah tangga, kini menjadi Rp200 ribu per jiwa, baik untuk dewasa maupun anak-anak," tutur Iwan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, berharap keberkahan yang diterima akan mendatangkan manfaat lebih besar, khususnya bagi pengembangan objek wisata.

Baca Juga: Red Sparks Lolos Playoff! Megawati Gaspol 38 Poin dan Makin Dekat ke Puncak Top Skor Liga Voli Putri Korea 2024-2025!

Pembagian THR tidak hanya terbatas pada mereka yang tinggal di desa, namun juga diperuntukkan bagi warga yang memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Desa Wunut, meskipun mereka tinggal di luar desa.

Pembagian THR ini dilakukan dalam rangka merayakan hari raya, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah desa terhadap warganya.

Dengan mengelola potensi wisata yang ada, Desa Wunut tidak hanya mengandalkan dana dari anggaran pemerintah pusat atau daerah, melainkan juga mampu memaksimalkan potensi lokal yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga: Bupati Herdiat Sambut Kunjungan Wamendagri Bima Arya, Bahas Efisiensi, Kemandirian Daerah, dan Strategi Pembangunan

Ke depan, desa ini berharap bisa mengembangkan lebih banyak objek wisata.

"Yang kita kelola baru satu objek, namun ada rencana pengembangan di Umbul Gede dan usaha lainnya. Semoga barokah," tambah Iwan.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun desa menghadapi tantangan dalam pengelolaan objek wisata, mereka tetap berupaya memberikan manfaat langsung kepada warganya.

Halaman:

Tags

Terkini