Sebanyak 144.392 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan jalur mudik dan titik-titik strategis.
Dari jumlah tersebut, 87.880 personel berasal dari Polri, 43.225 dari TNI, serta personel dari berbagai instansi lainnya, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan BPBD.
Personel gabungan akan ditempatkan di 1.710 Pos Pengamanan, 734 Pos Pelayanan, serta 258 Pos Terpadu di berbagai lokasi krusial.
Sinergi untuk Kelancaran dan Keamanan Mudik
Bupati Herdiat menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antarinstansi dalam memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik.
“Kita harus bersinergi dengan semua pihak untuk menjamin perjalanan mudik yang aman dan lancar serta menjaga keamanan di tempat-tempat keramaian,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kecelakaan serta gangguan lainnya selama perjalanan mudik.
Keamanan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama dalam operasi ini.
Di akhir amanatnya, Bupati Herdiat berharap seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2025 dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Semoga segala upaya kita dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri ini menjadi ladang amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.
Dengan kesiapan yang matang serta sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Operasi Ketupat Lodaya 2025 diharapkan dapat berjalan lancar, menciptakan keamanan selama perayaan Idul Fitri, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang merayakannya.***