Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan alat pertanian ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi Ciamis adalah minimnya investasi yang masuk, dengan persentase investor yang berinvestasi hanya sekitar 2 hingga 3 persen.
"Saya berharap para petani bisa ikut serta dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan pertanian yang lebih maju, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Selamet Budi Wibowo, melaporkan bahwa pendistribusian alat dan mesin pertanian pra panen ini akan diberikan kepada 37 kelompok tani yang tersebar di 33 desa di lima kecamatan.
"Total alat yang akan didistribusikan sebanyak 64 unit, yang merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI melalui aspirasi masyarakat dan usulan dari dinas terkait," jelasnya.
Selain itu, pada tahap pertama Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Ciamis juga mendapat alokasi program irigasi perpompaan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI.
Program ini mencakup 10 unit irigasi perpompaan dengan nilai anggaran Rp 153 juta per unit yang akan direalisasikan melalui metode swakelola padat karya.
Dengan adanya dukungan alat dan program ini, diharapkan sektor pertanian di Ciamis semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta perekonomian daerah secara keseluruhan.***