daerah

Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak TNI, Pramono Anung Gelar Bersholawat, Dua Cara Unik Atasi Kenakalan Remaja

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:34 WIB
Dua kepala daerah, dua strategi berbeda. Dedi Mulyadi (kiri) dan Pramono Anung (kanan) menunjukkan gaya kepemimpinan mereka dalam atasi kenakalan remaja. (Instagram @dedimulyadi71/@pramonoanungw)

Bersholawat Bersama, Sentuhan Kultural di DKI

Berbeda dengan pendekatan militeristik ala Dedi, Gubernur Pramono Anung memilih metode yang lebih kultural dan religius.

Ia meluncurkan program Manggarai Bersholawat sebagai sarana menekan angka tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta.

Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Pramono berharap para remaja bisa lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dan menjauhi kekerasan.

Baca Juga: Ramai Siswa ke Barak TNI, KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Tak Miliki Standar Baku dan Pengajaran Tak Seragam

“Program ini akan dimulai minggu ini,” kata Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.

Dua Jalan, Satu Tujuan

Meski menggunakan jalur yang berbeda, satu menekankan pendidikan karakter dengan sentuhan militer, dan yang lain mengedepankan budaya religius, keduanya memiliki misi yang sama: menyelamatkan generasi muda dari jalan yang salah.

Langkah Dedi dan Pramono menjadi cerminan bahwa pendekatan terhadap masalah sosial seperti kenakalan remaja tidak bisa diseragamkan, melainkan perlu disesuaikan dengan kondisi dan budaya masyarakat setempat.***

Halaman:

Tags

Terkini