Bersholawat Bersama, Sentuhan Kultural di DKI
Berbeda dengan pendekatan militeristik ala Dedi, Gubernur Pramono Anung memilih metode yang lebih kultural dan religius.
Ia meluncurkan program Manggarai Bersholawat sebagai sarana menekan angka tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta.
Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Pramono berharap para remaja bisa lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dan menjauhi kekerasan.
“Program ini akan dimulai minggu ini,” kata Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.
Dua Jalan, Satu Tujuan
Meski menggunakan jalur yang berbeda, satu menekankan pendidikan karakter dengan sentuhan militer, dan yang lain mengedepankan budaya religius, keduanya memiliki misi yang sama: menyelamatkan generasi muda dari jalan yang salah.
Langkah Dedi dan Pramono menjadi cerminan bahwa pendekatan terhadap masalah sosial seperti kenakalan remaja tidak bisa diseragamkan, melainkan perlu disesuaikan dengan kondisi dan budaya masyarakat setempat.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Tegaskan Siswa Nakal Dilatih di TNI Bukan untuk Perang, KDM Jelaskan Tujuan Pengiriman ke Barak Militer
Dedi Mulyadi Ungkap Orang Tua Kirim Anak ke Barak Militer, Bongkar Aksi Brutal Siswa Nakal Tawuran di Purwakarta
Viral! Dedi Mulyadi Bongkar Kisah Orang Tua Kirim Anak Nakal ke Barak Militer, Sering Ditelantarkan demi Kerja
Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI, Pengamat P2G Sebut Kebijakan Gubernur Jabar Masih Kabur dan Minim Solusi
Viral Siswa Jabar Masuk Barak TNI, Kak Seto Angkat Suara, Sebut Banyak Salah Paham soal Langkah Dedi Mulyadi!
KPAI Soroti Program Barak TNI, 6,7% Siswa Mengaku Tak Paham Alasan Dikirim oleh Gubernur Dedi Mulyadi