Ia menyampaikan bahwa peningkatan minat baca harus terus didorong karena erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat.
“Buku adalah jendela dunia. Gagasan yang diperoleh dari bacaan bisa melahirkan kreativitas dan inovasi yang bernilai sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan komunitas literasi yang menjadi sarana belajar sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem literasi secara berkelanjutan.
Kunjungan Tim Kemenko PMK diharapkan menjadi momentum penting dalam menyusun kebijakan nasional yang lebih relevan dan berbasis praktik baik dari daerah, sekaligus memperkuat posisi Ciamis sebagai daerah yang aktif dalam mengembangkan budaya literasi.***