“Gunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Jangan sampai dipakai untuk hal yang tidak penting, apalagi rokok,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan.
“Hari ini kita penerima, tapi saya yakin, besok kita bisa menjadi pemberi bantuan,” tambahnya penuh semangat.
Di hari yang sama, Wawali Kota Banjar Supriana juga meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Dusun Sirnagalih, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada rumah milik Bapak Jumadi (35), dan mengancam empat rumah lainnya akibat longsor tebing setinggi 15 meter yang dipicu hujan dini hari.
Wawali Kota Banjar menyampaikan rasa prihatinnya dan mengingatkan warga agar tetap waspada di tengah musim penghujan.
Ia pun mengapresiasi sinergi cepat tim BPBD, TNI/Polri, dan warga sekitar dalam proses evakuasi dan penanganan pasca-longsor.
Selama di lokasi, ia turut menyaksikan kerja alat berat milik Dinas PUTR Kota Banjar dalam pembersihan tanah longsor.
Sebelum meninggalkan lokasi, bantuan darurat berupa sembako, alat dapur, kasur, selimut, pakaian, terpal, dan velbed diserahkan kepada korban sebagai bentuk dukungan awal sebelum rumah diperbaiki.***