Mediapriangan.com - Sebuah video yang memperlihatkan hanya satu siswa baru belajar seorang diri di dalam kelas SD 1 Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, viral dan menyita perhatian warganet.
Video tersebut diunggah akun TikTok @muriaundercover pada Senin, 14 Juli 2025, dan memperlihatkan suasana kelas yang hampir kosong, hanya diisi oleh satu siswa dan seorang guru. Dalam keterangannya, video ini telah ditonton lebih dari 23 ribu kali.
“Dari hasil kita membuka pendaftaran itu kita hanya mendapat satu (siswa baru),” ujar guru SD 1 Wates dalam video yang viral tersebut.
Menurut penjelasan sang guru, kapasitas satu kelas di sekolah tersebut seharusnya bisa menampung hingga 28 murid, namun kenyataan tahun ini jauh dari target.
“Untuk daya 28 (murid) satu kelas, mungkin faktornya kita kurang sosialisasi,” lanjutnya, mengakui kemungkinan lemahnya penyampaian informasi dari pihak sekolah kepada masyarakat sekitar.
Fakta yang lebih mengkhawatirkan, guru tersebut juga mengungkapkan bahwa penurunan jumlah murid baru bukan terjadi tiba-tiba, melainkan telah berlangsung dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: DQLab Mini Bootcamp Buka Peluang Belajar Data Analytics untuk Atasi Kesenjangan Digital di Indonesia
Ia merinci, “Tiga tahun yang lalu kita dapat 6 (siswa), dua tahun lalu dapat 2, dan tahun ini 1.”
Kondisi ini memunculkan banyak respons dari warganet yang merasa prihatin dan mempertanyakan apa penyebab anjloknya jumlah siswa baru, mengingat lokasi sekolah berada di wilayah padat penduduk.
Tak sedikit netizen yang menyoroti pentingnya peran promosi, kualitas pendidikan, dan daya tarik sekolah dalam menarik minat orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah negeri seperti SD 1 Wates.
Baca Juga: Viral! Mahasiswi Kehilangan Laptop di Bus Rosalia Indah, CCTV Rusak Jadi Alasan Tak Bisa Ditelusuri
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus terkait situasi yang menimpa SD 1 Wates, termasuk langkah strategis yang akan diambil untuk mencegah terulangnya kondisi serupa di tahun ajaran mendatang.***