Mediapriangan.com - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Tasikmalaya bersama unsur TNI dari Kodim 0612, serta Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema memperkuat persatuan bangsa melalui sinergi pemerintah dan masyarakat.
FGD yang digelar di Cafe Illario pada Rabu, 16 Juli 2025, melibatkan berbagai perwakilan organisasi masyarakat Islam yang diajak untuk turut aktif mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Kota Tasikmalaya.
Salah satu narasumber utama, Kapten Inf H. Herlan Ramdhani selaku Pasi Intel Kodim 0612 Tasikmalaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi demi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi seluruh masyarakat.
“Tentunya pertahanan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama, yang bukan hanya TNI, Polri dan Kominda, sehingga kami siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Kapten Herlan, yang akrab disapa Mang Haji Ule, juga membagikan pengalamannya selama bertugas di wilayah konflik seperti Papua, Maluku, dan Ambon.
Mang Haji Ule menyoroti betapa buruknya dampak konflik Ambon pada 1999, yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial, merenggut korban jiwa, serta menghancurkan rumah ibadah dan fasilitas umum.
Belajar dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya pencegahan dini terhadap potensi konflik yang bisa dipicu oleh penyebaran ideologi radikal.
“Adanya silaturahmi dengan melibatkan organisasi masyarakat Islam ini diharapkan menjadi langkah yang lebih solid dalam menjalin kolaborasi antara Pemkot dengan jajaran unsur TNI dan BIN,” jelasnya.
Herlan mengingatkan bahwa paham radikal dapat menyusup melalui berbagai saluran, terutama di kalangan masyarakat yang rentan secara sosial dan ekonomi.
“Kebanyakan masyarakat kelas ekonomi lemah pada umumnya mempunyai pemikiran yang sempit. Sehingga hal ini begitu mudah percaya kepada oknum berpaham radikal karena dianggap dapat memberikan solusi kehidupan,” ungkapnya.