daerah

Skandal Jabatan Eselon II DKI, 20 Kader PDIP Diduga Lolos Lewat Kongkalikong, Gubernur Pramono Anung Tak Menyadari

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Gubernur Pramono Anung. (Tangkapan layar barat.jakarta.go.id)

Mediapriangan.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 59 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, pada 7 Mei 2025 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Pengisian dan mutasi Jabatan di Pemprov DKI Jakarta ini diklaim sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi, dengan proses seleksi yang melibatkan BKN dan KASN.

Namun, proses tersebut kini diterpa dugaan skandal. Salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan berinisial IM, bersama Sekda DKI berinisial MM, disebut meloloskan sekitar 20 kader PDIP dari total 59 pejabat yang dilantik.

Baca Juga: Heboh Pernyataan Gubernur Pramono Anung, Jakarta Lebih Baik dari New York Soal Kemacetan, Netizen Bereaksi!

"Ada sekitar 20 orang-an yang dilantik itu orangnya kader PDIP yang sekarang menjadi pimpinan di DPRD DKI yang berinisial IM, Dia berkolaborasi dengan Sekda DKI Jakarta berinisial MM, agar bisa meloloskan mereka tanpa sepengetahuan Gubernur. Sayang sekali Bapak Gubernur Pramono Anung tidak menyadari akan hal itu," ujar SW, ASN di Kedeputian Gubernur Bidang Industri Perdagangan dan Transportasi, pada Senin, 11 Agustus 2025.

Menurut SW, informasi ini ia peroleh dari empat anggota DPRD DKI yang juga kader PDIP, berinisial IDM, PN, PS, dan MS.

IM disebut bergerak atas arahan kekasihnya berinisial DDY, yang bersama tangan kanannya, HMT, mengatur penempatan pejabat demi mengendalikan proyek.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Balas Sindiran Pramono soal Macet Bandung, Sebut Memang Macet, tapi Dingin, Nggak Seperti Jakarta

IM juga disebut rutin memanggil kepala dinas, direktur utama BUMD, dan kontraktor ke ruangannya untuk membicarakan proyek.

Operator lapangan, HMT, kerap ditemani staf Gubernur berinisial UDN dan WSN, yang juga disebut sering menemui Sekda MM.

"IM dengan backup dari pimpinan KPK periode sekarang sering memanggil dan memaksa kepala dinas, direktur utama BUMD DKI Jakarta dan kontraktor ke ruangannya untuk ngatur proyek," kata SW.

Baca Juga: Viral Video Sopir Bajaj Diduga Dipalak Petugas Dishub, Gubernur Pramono Anung Perintahkan Pemeriksaan Internal

SW memperingatkan Gubernur agar waspada menjelang pelantikan pejabat eselon III dan IV berikutnya, terutama untuk jabatan camat, lurah, dan dinas teknis, karena diduga kelompok ini akan kembali ‘bermain’.

"Mereka sudah pasang kuda-kuda untuk menaruh orang-orangnya di jajaran pejabat eselon 3 dan eselon 4," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini