“Merlawu merupakan budaya yang legal formalnya sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya warga Desa Wanasigra,” tutur Bupati Herdiat.
Bupati juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.
“Alhamdulillah, saya hampir setiap tahun bisa hadir di sini, bersama-sama dengan masyarakat Wanasigra. Mari kita jaga tradisi ini sekaligus kita rawat lingkungan sekitar. Syukur alhamdulillah, kota kecil kita juga baru saja mendapat penghargaan sebagai kota terbersih di ASEAN. Prestasi ini hasil kerja sama seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis,” tambahnya.
Ia juga memuji semangat gotong royong masyarakat yang rutin melakukan kerja bakti setiap sore dipimpin Kepala Desa.
“Saya sangat mengapresiasi budaya gotong royong ini. Hatur nuhun ka sadayana,” ujarnya.
Selain sarat nilai budaya, tradisi Merlawu juga menjadi momentum religius memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Tradisi ini bukan hanya budaya, tapi juga sarana kita untuk meneladani Rasulullah SAW. Semoga dengan kegiatan ini, kita semua semakin meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Aamiin,” pungkas Bupati.
Dengan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, tradisi Merlawu kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Wanasigra, tetapi juga aset budaya Jawa Barat dan nasional.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap tradisi ini terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda agar identitas budaya daerah tetap terjaga di tengah arus modernisasi.***