Mediapriangan.com - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menjadi sorotan publik. Diduga, insiden ini terjadi usai para pelajar menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.
Gejala seperti mual, muntah, dan pusing langsung muncul hanya beberapa jam setelah jam makan siang. Suasana sekolah yang semula riuh berubah panik ketika sejumlah siswa harus dilarikan ke puskesmas, rumah sakit, dan posko darurat.
Jumlah korban yang awalnya belasan melonjak drastis. Hingga menjelang tengah malam, tercatat 352 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, MTs, SMP, hingga SMK terdampak, membuat tenaga medis kewalahan.
Respons Pemerintah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kasus ini dengan serius. Ia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah-sekolah, khususnya di KBB.
“Ya kita gini deh, saya minggu depan mengundang kepala MBG yang membidangi di wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi secara paripurna," ujar Dedi kepada awak media di Bandung, Selasa, 23 September 2025.
"(Hal ini) secara terbuka agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Lonjakan Korban dalam Hitungan Jam
Peristiwa bermula pada Senin, 22 September 2025, saat 15 siswa pertama kali dilaporkan sakit. Dalam hitungan jam, jumlah korban meningkat tajam. Malam harinya, tercatat total 352 siswa.
Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menyatakan korban terus berdatangan hingga Selasa dini hari.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” ujar Hendra di Bandung, Selasa, 23 September 2025.
Baca Juga: Anggito Abimanyu Resmi Jadi Ketua DK LPS 2025-2030, Siap Lepas Jabatan Wamenkeu Demi Amanah Baru