Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menceritakan tantangan yang dihadapi tim SAR.
Menggunakan kamera khusus dan live detector, mereka dapat mendengar jeritan santri dan memberi semangat agar tetap bertahan.
Ia menyoroti evakuasi dramatis santri bernama Haikal, yang tubuhnya terjepit bordes bangunan. Proses penyelamatan memakan waktu lama, namun akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Memang situasinya sangat sulit. Tapi dengan alat tersebut, tim bisa mendengar jeritan santri dan memberi semangat agar mereka tetap bertahan,” ujar Laksita Rini.
Ancaman Gempa Susulan
Risiko evakuasi semakin meningkat setelah gempa susulan terjadi Selasa malam, 30 September 2025. Pergerakan reruntuhan sempat membahayakan korban dan petugas.
“Medannya cukup sulit dan ini memang tantangan luar biasa. Tim harus merayap hanya dengan ruang beberapa sentimeter, berhadapan langsung dengan material runtuhan,” tutup Laksita Rini.