Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menceritakan tantangan yang dihadapi tim SAR.
Menggunakan kamera khusus dan live detector, mereka dapat mendengar jeritan santri dan memberi semangat agar tetap bertahan.
Ia menyoroti evakuasi dramatis santri bernama Haikal, yang tubuhnya terjepit bordes bangunan. Proses penyelamatan memakan waktu lama, namun akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Memang situasinya sangat sulit. Tapi dengan alat tersebut, tim bisa mendengar jeritan santri dan memberi semangat agar mereka tetap bertahan,” ujar Laksita Rini.
Ancaman Gempa Susulan
Risiko evakuasi semakin meningkat setelah gempa susulan terjadi Selasa malam, 30 September 2025. Pergerakan reruntuhan sempat membahayakan korban dan petugas.
“Medannya cukup sulit dan ini memang tantangan luar biasa. Tim harus merayap hanya dengan ruang beberapa sentimeter, berhadapan langsung dengan material runtuhan,” tutup Laksita Rini.
Artikel Terkait
Gempa M6,0 Guncang Poso, 29 Warga Terluka dan Gereja Jemaat Elim Rusak Parah
Viral 4 Paus Terdampar di Pantai Chiba Usai Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat M8,7 di Rusia
BMKG Sebut 10 Wilayah RI Berpotensi Terdampak Tsunami Akibat Gempa M8,7 di Kamchatka Rusia, Termasuk Jayapura
Gempa M6,0 Guncang Poso Sulawesi Tengah, Satu Jemaat Gereja Meninggal Dunia dan Puluhan Rumah Rusak
Semalaman Indonesia Diguncang 15 Gempa, dari Bekasi hingga Papua, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Gempa 6,9 M Guncang Filipina: Ibu dan Anak Berpelukan di Mall Mindanao, Gedung dan Gereja Runtuh