Selain itu, revitalisasi sarana Unit Layanan Disabilitas (ULD) Desa Kersamenak untuk mendukung pembelajaran anak disabilitas.
Program ini selaras dengan komitmen IFG terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Kesehatan), poin 4 (Pendidikan Berkualitas), dan poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyampaikan bahwa Kindness to Progress menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi refleksi semangat gotong royong IFG dalam memperkuat empati sosial, kesetaraan, dan kemandirian masyarakat. Kami ingin memastikan kegiatan kolaborasi antara budaya perusahaan dan TJSL ini tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Tema “Hidupkan Asta Cita: Satukan Daya Kesetaraan” menjadi pesan kuat dalam pelaksanaan program tahun ini.
Asta Cita sendiri merepresentasikan delapan nilai luhur IFG: empati, kesetaraan, keberanian, kolaborasi, tanggung jawab, kepedulian, semangat, dan keberlanjutan.
Melalui nilai-nilai tersebut, Kindness to Progress bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan semangat kolaboratif di tengah masyarakat.***