daerah

RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Imbau Warga Waspadai Gangguan Pembuluh Darah Sejak Gejala Awal

Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:55 WIB
dr. Aa Ahmad mengungkapkan banyak pasien datang ke RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya saat sudah kronis. (D. Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr. Aa Ahmad Dimyati, Sp.B, Subsp.BVE(K), MM.Kes mengatakan, banyak masyarakat belum menyadari bahwa gejala ringan seperti kesemutan, kaki dingin, atau mudah lelah bisa menjadi tanda awal kelainan pembuluh darah. Padahal, gangguan sirkulasi ini jika dibiarkan dapat berujung pada penyakit kronis bahkan amputasi.

"Sebagian besar pasien datang ke Poliklinik Bedah Vaskuler RSUD KHZ Musthafa ini, dalam kondisi sudah kronis. Padahal, kalau dikenali sejak awal, banyak kasus kelainan pembuluh darah bisa ditangani tanpa tindakan besar," ujar Aa Ahmad Dimyati, Rabu (30/10/2025).

Menurut Aa Ahmad Dimyati yang merupakan satu-satunya dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular di wilayah Priangan Timur ini, pembuluh arteri berfungsi mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Bila terjadi penyumbatan atau penyempitan, aliran darah ke jaringan terganggu dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen.

Baca Juga: RSUD KHZ Musthafa Bakal Luncurkan Inovasi Surat Kontrol Digital via WhatsApp

Adapun gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain, kram atau nyeri pada kaki saat berjalan dan hilang saat istirahat, kaki terasa dingin, pucat, atau kebas, luka di ujung jari atau kaki sulit sembuh dan lainnya. Jika dibiarkan, kelainan arteri dapat menyebabkan luka serius bahkan amputasi, serta meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.

Sementara itu terang Aa Ahmad Dimyati, pembuluh vena bertugas membawa darah kembali ke jantung. Bila katup vena lemah atau rusak, darah bisa mengalir balik dan menumpuk di tungkai menyebabkan varises.

Adapun gejala yang sering muncul di masyarakat di antaranya, muncul urat menonjol berwarna kebiruan, bengkak di pergelangan kaki, perubahan warna kulit ke arah kehitaman, luka kecil di pergelangan kaki yang sulit sembuh dan lain sebagainya. Jika tidak ditangani, varises dapat menimbulkan peradangan vena, pembekuan darah dan ulkus vena kronik yang mengganggu kualitas hidup.

Baca Juga: Warga Keluhkan Kuota Pendaftaran RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya di Aplikasi JKN Sering Habis

Sebagai dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular, ia menjelaskan bahwa tindakan medis untuk memperbaiki sirkulasi darah kini dapat dilakukan secara minimal invasif tidak selalu harus operasi besar. Prosedur modern seperti angioplasti, pemasangan stent, bypass pembuluh darah, hingga endovaskular ablasi menjadi bagian dari terapi yang umum dilakukan.

"Untuk saat ini, di RSUD KHZ Musthafa ini belum menggunakan teknologi laser untuk bedah vaskular, karena biaya sewanya sangat tinggi dan tidak tercover BPJS. Namun, kami tetap dapat menangani pasien varises dan gangguan sirkulasi dengan metode lain yang efektif," ungkapnya.

Ke depan kata Aa Ahmad, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya ini berencana melengkapi fasilitas dengan Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi) yang dilengkapi laser vaskular, agar penanganan penyakit pembuluh darah bisa dilakukan lebih komprehensif.

Baca Juga: Dugaan Malpraktik RSUD Batang, Mistono Divonis HIV, 7 Bulan Menderita Sebelum Dokter Temukan Selang Tertinggal

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ringan seperti kesemutan, kaki dingin, atau luka yang lama sembuh.

"Gejala awal gangguan pembuluh darah sering tampak sepele. Namun bila dibiarkan, dapat berujung pada komplikasi berat seperti luka kronis, infeksi, hingga amputasi. Karena itu, deteksi dini sangat penting. Jika ada tandatanda sirkulasi darah tidak lancar, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Deteksi dini bisa mencegah kerusakan jaringan lebih berat," pesan Aa Ahmad.

Halaman:

Tags

Terkini