Doddy Ronald, musisi, pencipta lagu, dan penggerak kegiatan seni yang berkontribusi besar terhadap perkembangan musik dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya.
Tahun sebelumnya, Anugerah Budaya 2023 diberikan kepada (Alm.) Odin Bachroedin, maestro seni pedalangan yang memperkenalkan program “Wayang Masuk Sekolah” sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Maman Suherman atau Mang Maman, tokoh pelestari seni kasidah rebana yang dikenal gigih menjaga eksistensi kesenian tradisi di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, pada Anugerah Budaya 2022, dua tokoh turut menerima apresiasi, yakni Soni Farid Maulana, seniman dan budayawan yang aktif dalam berbagai kegiatan literasi dan kebudayaan di Jawa Barat.
Baca Juga: Meriah, Penutupan Raksa Budaya Santun di Purbaratu Warnai Akhir Rangkaian HUT ke-24 Kota Tasikmalaya
Hato’an Wangsasenjaya, tokoh seni yang dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan karya sastra dan seni pertunjukan di Kota Tasikmalaya.
Adapun Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2021, penghargaan untuk dengan dua nama besar di dunia seni tradisi.
Hj. Momoh Patimah, maestro juru kawih atau sinden yang menjadi panutan bagi banyak generasi penyanyi tradisional.
Bambang Arayana Sambas, dramawan senior yang telah berkarya di dunia teater sejak 1977 dan menjadi inspirasi bagi seniman-seniman muda.
Rangkaian penghargaan ini menjadi bukti bahwa DKKT tidak hanya menyoroti seniman dari satu bidang tertentu, melainkan berupaya merangkul seluruh cabang kesenian yang tumbuh di Kota Tasikmalaya.
Melalui Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, DKKT ingin memastikan bahwa setiap seniman yang berjuang menjaga nilai-nilai budaya lokal mendapatkan tempat terhormat di hati masyarakat.
Dengan konsistensi ini, DKKT berharap ajang tahunan tersebut terus menjadi wadah apresiasi sekaligus pengingat bahwa seni dan budaya adalah denyut nadi identitas Kota Tasikmalaya.***