Mediapriangan.com - Dinas Pariwisata Ciamis mengadakan Pelatihan Public Speaking bagi seluruh pegawai pada Jumat (14/11/2025) di Aula RAA Panjijayanegara.
Kegiatan Pelatihan Public Speaking untuk memperkuat SDM Pariwisata melalui peningkatan kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan sektor pariwisata yang terus berkembang.
Pelatihan yang mengangkat tema Meningkatkan Sumber Daya Pariwisata di Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis ini dirancang untuk membekali pegawai dengan keterampilan berbicara di depan publik, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkaya kemampuan komunikasi efektif.
Baca Juga: Bunda PAUD Ciamis Hadiri Gala Dinner Nasional 2025 dan Dorong Penguatan Layanan PAUD
Seluruh materi diarahkan agar SDM Pariwisata mampu menyesuaikan diri dengan dinamika industri yang kian kompetitif.
Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya penguasaan kemampuan berbicara di depan publik bagi setiap aparatur, terutama yang terlibat dalam promosi dan layanan langsung kepada wisatawan.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas aparatur. Dengan SDM yang unggul, kami berharap sektor pariwisata Ciamis dapat berkembang lebih maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," paparnya.
Baca Juga: Dinas Pariwisata Ciamis Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata Jalatrang Lewat Pendampingan 9 Bulan
Menurut Heryan, aparatur perlu memiliki kepekaan komunikasi yang adaptif agar pelayanan sektor pariwisata tetap memenuhi standar kualitas di tengah pertumbuhan industri.
Hal ini sejalan dengan upaya mendorong kompetensi pegawai dalam menghadapi perubahan dan tuntutan publik.
Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai teknik seperti penguasaan panggung, penyusunan pesan yang persuasif, bahasa tubuh yang tepat, hingga cara menyampaikan materi agar lebih mudah diterima audiens.
Baca Juga: 4 Tren Liburan Favorit Gen Z: Dari Budget Hemat, Wisata Ramah Lingkungan, hingga Andalkan Influencer
Sesi berlangsung interaktif melalui praktik langsung, studi kasus, dan evaluasi dari fasilitator. Pendekatan ini bertujuan agar SDM Pariwisata benar-benar menguasai penerapan komunikasi dalam situasi nyata.